Label

Jumat, 28 Agustus 2015

After This ; Part 1

Oke, anyyeong chingu... aku kembali kembali lagi ke blog, mau balik lagi ama cerbung, moga aja nih cerbung tamat gk discontinue kaya cerbung di blog yg lama -,- oke langsung to the point aja...

*Happy reading pren... :)*


*#*


Aku tahu mengapa kau melupakannya...
Aku tahu penyebabnya...

Tapi mengapa saat kau mengingat semua, kau melupakannya ?

Apa kenangan itu begitu buruk, hingga tak bisa kau ingat lagi ?


*After This*


"Kau sudah hampir sembuh sepenuhnya,dan kau bisa mengambil obatnya di resepsionis", kata seorang dokter wanita dengan senyum manis terpampang di wajahnya."Dan, Yeon Sung-ah, kalau tiba tiba kepalamu terasa sangat sakit, segera minum obat dan cepat kesini ya ?"

"Ne (ya), aku akan mengingatnya dokter", jawab seorang remaja perempuan di depan dokter tadi seraya tersenyum. Ia kemudian berdiri, membungkuk, mengucapkan terimakasih, dan berniat meninggalkan tempat bernuansa putih itu.

Remaja tadi tiba-tiba menghentikan langkah kakinya ketika berada tepat di depan sebuah pintu, ia membalikkan badannya dengan wajah sendu. Kemudian bertanya,"Ah, ya, dokter, mengapa sampai sekarang aku masih belum bisa mengingat semua kejadian yang menimpaku dan keluargaku?"




Dokter ber-name tage Jo Rin-Ha itu tercekat mendengarnya, ia mendesah halus, dan segera memasang senyum termanis yang ia miliki. Masih dengan senyum manisnya, ia berdiri. Menghampiri remaja perempuan yang tengah menunduk di dekat pintu ruang kerjanya. Dan berkata,

"Semua hal perlu waktu Yeon-Sung ah*". Jo Rin-Ha mengusap pelan rambut remaja itu "secara perlahan-lahan kau akan mengingatnya, semuanya, bahkan jika kau tidak ingin mengingatnya..."


*embel-embel nama untuk orang yang sudah akrab, seperti chan atau kun dalam bahasa Jepang.



*After This*


Pemakaman ini bisa di bilang sangat sejuk, dengan banyaknya pohon yang tumbuh mengelilingi pemakaman yang tidak terlalu luas ini. Hangatnya angin musim semi begitu menyenangkan menerpa wajah.

Tapi, rasa menyenangkan itu sepertinya tidak bisa menyapa beberapa orang yang berada disini. Yah, mungkin karena ini pemakaman. Tempat dimana semua manusia yang masih bernafas akan beristirahat untuk yang terakhir kalinya.

Tak terkecuali seorang remaja perempuan yang sedang duduk di depan 3 makam yang telah ditumbuhi rumput. Ia menatap makam itu satu persatu. Tatapan yang tidak bisa di tebak.

"Eomma (Ibu), Appa (Ayah), Hee-Sung ah... Hiks, Maaf,aku benar-benar minta maaf", lirihnya diikuti aliran air mata bening menyusuri pipi putihnya.

"Maafkan aku, seharusnya aku ikut bersama kalian, hiks, ini tidak adil!, Mengapa hanya aku yang selamat seharusnya kita semua, hiks...", Ia tertunduk,mencengkram tangannya sendiri hingga memerah, tubuhnya bergetar.

"Anne (Tidak), aku tidak boleh menangis," ujarnya kemudian menghapus air matanya dengan punggung tangannya agak sedikit kasar, "Aku tidak boleh menangis di depan kalian".

Drrt... drrt...

"Yobeoseoyo*, samchun ?**, Ne, aku akan segera pulang... Aku? Aku sekarang berada di jalan,... Ne, aku sebentar lagi sampai, ne... ".

Berbohong lagi, memangnya selama ini apa yang bisa kulakukan selain berbohong ?Berpura-pura tersenyum seakan-akan semuanya baik-baik saja, padahal kenyataannya sangat berbeda.

Setelah sambungan telepon itu benar benar terputus, Ji Yeon-Sung --nama remaja itu-- berdiri. Meraih botol soju***, kemudian menuangkannya di gelas di depan 3 makam itu satu persatu. Setelah selesai Yeon-Sung segera menutup botol soju dengan perlahan

"Eomma, Appa, Hee Sung-ah, Samchun menyuruhku untuk segera pulang, besok atau lusa aku akan kesini lagi..." kata Yeon Sung kemudian membersihkan kakinya yang sedikit kotor terkena tanah."Dah..", ujarnya sambil melambaikan tangannya dan pergi menjauhi makam yang ternyata makam keluarganya itu.

*halo, ketika di telepon
**Paman, yang masih memiliki hubungan darah
***sejenis minuman keras khas korea



*After This*


"Yeon-Sung ah, kau sudah pulang ? Baguslah.", Sapa paman Yeon Sung -- Baek Min-Hoo-- ketika Yeon Sung melewati berjalan melewati lorong panti asuhan. Yeon Sung tersenyum. Langkahnya terhenti melihat pamannya.

"Oh,ya, Samchun, Apakah sudah ada keluarga yang mau mengadopsiku ?",tanya Yeon Sung langsung tanpa basa-basi sedikitpun. Pertanyaan itu membuat Min-Hoo terhenyak. Matanya melebar. Ia menatap Yeon Sung iba, kemudian menghampiri keponakan satu satunya itu. Ia memegang pundak remaja berusia 16 tahun itu dan berbicara halus.

"Yeong Sung-ah, Mengapa kau tidak tinggal bersama samchun saja ? Istriku dan anakku akan selalu menerimamu, itu pasti."

Yeon Sung menghembuskan nafas pelan. Yeon Sung tau, bahwa samchun nya ini akan berkata seperti itu lagi. Tapi, Yeon Sung sungguh ingin memulai hidup baru, ia tidak ingin terus menerus tenggelam dalam kesedihan seperti sekarang, ia ingin mengenal orang baru. Toh, ini sudah keputusannya sejak dulu.

"Maaf, Samchun, Tapi aku sudah cukup merepotkanmu dengan tinggal di panti asuhan milikmu ini selama hampir setengah tahun. Lagipula saat ini aku ingin mempunyai keluarga baru. Aku ingin memulainya lagi dari awal" Yeon Sung mengakhiri penjelasan dengan senyum termanis yang ia punya membuat Min-Hoo bisa menyerah tanpa syarat.

"Baiklah, Sebenarnya..."



*After This*


"Sebenarnya, ada keluarga yang ingin mengadopsimu, keluarga itu sahabat dekat ayahmu, kau pasti mengenal mereka, karena mereka pernah menjengukmu saat kau masih opname di rumah sakit..."


Kumohon, cobalah untuk mengingatku
Cobalah, untuk mengingatku walaupun aku sudah sangat berbeda
Cobalah, untuk mengingat kenangan itu

Cobalah, untuk mengingat cintaku padamu...

2 komentar: